Provinsi Maluku resmi ditetapkan sebagai salah satu daerah fokus dalam program kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan UNICEF untuk periode 2026 hingga 2030 di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumanto Kementerian PPN-Bappenas, Jakarta 20 April 2026. Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam pemenuhan hak anak di seluruh indonesia khususnya di provinsi maluku.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut gembira sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut. Hal ini disampaikan dalam peluncuran Country Programme Action Plan atau CPAP, yang berlangsung di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa kerja sama antara Maluku dan UNICEF telah terjalin sejak tahun 1990-an dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kerja sama ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, hingga air bersih dan sanitasi.
Salah satu inovasi unggulan adalah pengembangan sistem pelayanan berbasis gugus pulau.
Model ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis Maluku yang terdiri dari wilayah kepulauan.
Melalui sistem ini, pemerintah menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, termasuk sistem rujukan yang jelas, peningkatan fasilitas kesehatan, serta penyediaan rumah tunggu bersalin.
Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam penanganan komplikasi persalinan serta kesehatan ibu dan bayi. Model ini bahkan telah diadopsi secara luas di berbagai wilayah kepulauan di Indonesia.
Selain itu, Maluku juga mencatat capaian penting dalam eliminasi malaria. Hingga saat ini, empat kabupaten dan kota telah berhasil mencapai status eliminasi. Pemerintah daerah bersama UNICEF pun telah menyusun peta jalan untuk menargetkan seluruh wilayah Maluku bebas malaria paling lambat pada tahun 2030.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Maluku ke depan akan bertumpu pada penguatan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap tumbuh kembang anak yang sehat, aman, sejahtera, dan inklusif.
Dalam periode 2026 hingga 2030, Maluku akan mendapatkan dukungan teknis yang lebih intensif dari UNICEF, khususnya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di sektor-sektor dasar. Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan kerja sama ini bersama pemerintah pusat dan UNICEF.
Diharapkan, melalui program ini, kualitas hidup anak-anak di Maluku dapat terus meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.